Tampilkan postingan dengan label Desainer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desainer. Tampilkan semua postingan

Pentingnya Komunikasi Interpersonal bagi Desainer Grafis

|| || ,,,,, || Leave a komentar
Desain grafis merupakan profesi yang tidak hanya menuntut fokus, kreatifitas, dan intelektualitas yang tinggi, tapi juga harus komunikatif dan mampu menjembatani keinginan klien. Tidak jarang, banyak sekali desainer grafis yang bermasalah ketika berhadapan dengan konsumen yang membutuhkan jasanya. Padahal, seorang desainer dituntut mampu memberikan solusi serta edukasi terhadap klien terkait proses, cara kerja, serta tujuan sebuah rancangan grafis. Karena hal tersebut akan mempermudah pekerjaan serta memberikan efek domino bagi pemahaman masyarakat terhadap segala praktik yang terkait kedalam desain grafis.

Desainer haruslah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara terarah dan bertujuan. Komunikasi tersebut disebut juga sebagai komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal menurut Muhammad (2005,p.158-159) adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. Dari teori tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa, komunikasi interpersonal adalah suatu dialog yang dilakukan antar individu atau antar individu dengan kelompok dengan tujuan dan cara tertentu untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Berdasarkan teori di atas, komunikasi interpersonal memungkinkan seorang desainer untuk menjelaskan dan memberikan pemahaman tentang dunia visual kepada konsumen. Mengingat bahwa desain grafis masih tergolong kedalam jenis pekerjaan yang ekslusif dan tidak semua orang akan paham maksud yang dijelaskan oleh seorang perancang grafis.


Bagaimana cara memulai?

Menurut Devito(1997, p.259-264), Efektivitas Komunikasi Interpersonal dimulai dengan lima kualitas umum yang dipertimbangkan yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality).


1. Keterbukaan (Openness)


Berdialog atas azas kepercayaan dan kejujuran. Keterbukaan informasi dalam berkomunikasi antar individu sangat ditekankan. Hal tersebut memberikan dampak pada terbangunnya rasa saling percaya. Sehingga jika kepercayaan sudah terbentuk, maka kedua individu atau lebih yang sedang berdialog akan merasa nyaman.


2. Empati (empathy)

Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati sebagai ”kemampuan seseorang untuk ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu.” Bersimpati, di pihak lain adalah merasakan bagi orang lain atau merasa ikut dalam topik yang sedang dibicarakan. Sedangkan berempati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang mengalaminya, berada dalam perasaan yang sama seperti hanyut dalam setiap pembicaraan yang sedang dibicarakan. Jika empati diutamakan dalam setiap komunikasi, maka kedua komunikan akan saling memahami perasaan masing-masing dan komunikan akan tahu bagaimana harus memberikan respon terhadap perasaan tersebut. Perasaan-perasan yang diberikan itu dapat pula berupa pengalaman, harapan, tujuan, cita-cita serta keinginan. Empati dapat ditunjukkan melalui gerakan tubuh atau dengan cara mendengar dengan seksama dan hati-hati dalam merespon setiap pertanyaan atau pernyataan yang keluar dari komunikan. Dalam desain grafis, empati secara sederhana dapat digambarkan dalam sikap peduli seorang desainer grafis. Bagaimana dia bisa memahami kondisi, selera, dan harapan dari klien terhadap jasa yang ingin dipakainya.


3. Sikap mendukung (supportiveness)

Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak terjadi dalam suasana yang tidak mendukung. Setiap komunikan harus memperlihatkan terlebih dahulu dukungannya terhadap apa yang dibicarakan. Sikap-sikap yang harus ditonjolkan seperti spontanitas, meng”iyakan” apa yang dikatakan dan tidak memberikan solusi terlebih dahulu jika tidak ditanyakan.


4. Sikap positif (positiveness)


Sikap dan pandangan positif merupakan elemen penting yang tidak dapat dilupakan. Karena sikap positif dapat memberikan energi baru bagi dua orang yang sedang berkomunikasi. Dan sikap positif menjaga atmosfer dialog yang sedang dibangun.


5. Kesetaraan (Equality)


Inilah hidup, tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang. Semua pasti atas dasar keseimbangan. Ada yang kurang dan ada yang lebih. Jika salah satu kurang, maka di sisi lain lebih. Begitu juga, jika di satu sisi kurang, maka di sisi lain terdapat kelebihan. Oleh karena itu, setiap dialog yang sedang dibangun oleh dua manusia yang berbeda cara pandang, profesi, status sosial, keinginan, serta pengalaman haruslah memiliki rasa saling menghargai dan memahami akan setiap perbedaan. Jika sikap saling menghargai sudah terbentuk, maka setiap komunikan akan semakin mudah untuk menerima setiap perbedaan dalam dialog yang terjadi. Sehingga tujuan dari dialog tercapai secara terarah.

Demikian sedikit tips yang bisa digunakan untuk membangun komunikasi interpersonal yang baik bagi desainer grafis. Kamu bisa berlatih mengembangkan sikap-sikap diatas ketika sedang berkomunikasi dengan klien. Sehingga diharapkan, dengan komunikasi yang baik, tujuan dari proses perancangan visual bisa tercapai. Semoga bermanfaat!


Tentang Penulis
Ade Ikhsan Kamil — Praktisi pemasaran dan komunikasi. Terus belajar untuk menjadi pribadi yang baik. Saat ini sedang tertarik terhadap proses komunikasi dan perancangan visual.
email : ade_hamas[at]yahoo.com | All post by Ade


View the Original article

5 Alasan untuk Kencan dengan Desainer Grafis

|| || ,,,,,, || Leave a komentar
Bekerja di depan monitor dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk browsing informasi dan inspirasi menarik di internet memang membuat desainer grafis layaknya seorang geek. Kondisi pekerjaan juga membuat desainer grafis seperti kehilangan kontak dengan lingkungan sekitarnya. Bahkan yang terparah, kebanyakan mungkin kesulitan untuk menjalin hubungan intim dengan lawan jenis. Hanya beberapa saja yang beruntung dikarunai bakat 'play boy' sebelum menjadi desainer grafis. Tapi terlepas dari itu, desainer grafis juga punya beberapa keunggulan yang membuat mereka pantas dijadikan calon pasangan idaman. Check it out..


1) Problem Solver

Pekerjaan sejatinya telah melatih desainer grafis sebagai problem solver (penyelesai masalah). Mereka mengurai, menganalisa, serta melakukan riset, kemudian mencari solusi untuk mentransformasikan ide dan informasi menjadi sebuah pesan visual yang mudah dimengerti.


Desainer grafis terbiasa melakukan itu dalam setiap pekerjaan, dan hal yang sama juga akan dilakukan mereka dalam membangun sebuah hubungan. Enak bukan? Jika kamu adalah salah satu dari sekian banyak orang yang sering punya masalah dengan pasangan, desainer grafis adalah calon ideal yang patut dipertimbangkan untuk diajak berkencan.


2) Pendengar yang Baik

Desainer grafis bukan hanya piawai mencreate dan memanipulasi bentuk visual, tapi mereka juga handal sebagai pendengar yang baik. Tentu saja tidak hanya sekedar mendengar, tapi juga memahami serta mendalami maksud dan tujuan klien agar output yang dihasilkannya nanti juga sesuai dengan harapan si klien.


Sekarang bayangkan jika si klien adalah kamu. Maka apapun yang kamu keluh-kesahkan akan didengarkan dengan sabar dan dipahami dengan baik oleh si desainer grafis ini. Hasilnya bisa ditebak, dia akan memposisikan diri serta sikapnya sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Kalau sudah begini, maka hubungan yang harmonis-pun tidak akan bisa dielakkan.


3) Kreatif dan Inovatif

Pekerjaan menuntut desainer grafis bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi, industri, peradaban, serta cara berfikir yang terus berkembang dari masa ke masa. Itu sebabnya mereka identik dengan inovasi-inovasi yang sarat dengan kreatifitas. Tidak seperti pegawai kantoran yang terus menerus mengerjakan hal yang sama setiap hari sampai pensiun.


Dalam membina sebuah hubungan, hal ini bisa diaplikasikan pada konteks yang sederhana, seperti mencari tempat kencan atau sekedar memberi kado ulang tahun misalnya. Jangan kaget kalau suatu saat, kamu akan berkencan di kuburan, tempat sabung ayam, atau kantor polisi. Kamu akan dibuat merasakan hal baru yang beda dari yang lain, karena style-nya kebanyakan desainer grafis memang sudah begitu.


4) Estetis dan Fungsional


Desainer grafis selalu melihat semua hal berdasarkan dua faktor : Estetika dan Fungsi. Ini adalah rumus sederhana untuk membuat kehidupan kamu menjadi seimbang. Sebagai contoh, ketika banyak orang menghadiahi pasangannya kalung emas dan cincin permata (yang cenderung kepada estetika tapi tidak bagus secara fungsi), desainer grafis mungkin hanya menghadiahi kamu benda-benda yang sejatinya memang kamu butuhkan. Pertimbangan-pertimbangan seperti ini akan membuat kamu jauh dari gaya hidup konsumtif sehingga kamu terbiasa untuk menjalani hidup secara seimbang dan sederhana.


5) To the point

Setiap karya desain grafis hendaknya efektif dan mampu menyampaikan pesan dan informasi secara langsung, bahasa kerennya to the point. Desainer grafis tahu betul kerugian yang akan didapat jika terlalu banyak berbasa-basi. Mereka terbiasa spontan dan bersikap apa adanya. Hal yang sama kemungkin juga akan dipraktekkan dalam kehidupan pribadinya, termasuk kepada pasangannya.


Jadi, jika dia pikir penampilan atau gaya kamu norak maka dia akan mengatakannya secara langsung. Jika belum terbiasa, mungkin kamu akan shock, stress, dan gantung diri. :D Tapi percayalah, sikap seperti ini sangat baik dan tidak membuang-buang waktu. Selain itu, kamu juga akan cepat menyadari kebenaran tanpa terlalu lama tertipu oleh apresiasi palsu dan basa-basi dunia yang berlebihan.


Well done!

Itu hanya opini saya berdasarkan pandangan personal, kamu berhak 100 % untuk tidak setuju. Silahkan berbagi pemikiran melalui kolom komentar! :)


Tentang Penulis
Ajir — Desainer grafis, blogger, juga pecandu kopi. Terobsesi dengan segala sesuatu terkait komunikasi visual. Bercita-cita ingin menjadi guru SD sebuah sekolah di pelosok desa yang jauh dari keramaian.
email : ajir86[at]gmail.com | twitter : @desain_studio | all post by Ajir


View the Original article
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Rank