Tampilkan postingan dengan label InDesign. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label InDesign. Tampilkan semua postingan

Membuat Layout Sederhana dengan InDesign

|| || ,,,,,, || Leave a komentar
Adobe InDesign adalah salah satu aplikasi dari keluarga Adobe yang mungkin sangat jarang kita gunakan, padahal fitur-fitur dalam InDesign cukup powerfull jika kita gunakan bersama dengan program grafis lainnya. Umumnya InDesign digunakan untuk melayout teks, majalah, koran, buku, poster dan segala bentuk keperluan cetak yang menggunakan lebih banyak text di dalamnya. Untuk kerperluan itulah maka fitur pengaturan/layout lebih di utamakan daripada fitur grafis lainnya.

Di jagat desain grafis, tutorial InDesign masih sangat jarang di jumpai. Mungkin karena penggunanya masih sedikit (dibandingkan Illustrator, Photoshop, etc). Disamping itu fitur-fitur yang memang sangat berbeda dari saudaranya Illustrator, photoshop, dll membuatnya terkesan rumit. Rumit bukan berarti tidak bisa di pelajari bukan?

Pada edisi kali ini Desain Studio ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang InDesign, karena banyaknya fitur yang saling berhubungan untuk keperluan layout.. mungkin desainstudio akan menyicil tahapan tutorial tentang InDesign. Kita mulai dari yang paling awal dan yang paling sederhana, yaitu membuat layout sederhana menggunakan Adobe InDesign.


Step 1
Buka New Document (ctrl+N) di menu File. Pada jendela “New Document” kamu bisa mengatur ukuran kertas/ bidang kerja yang kamu perlukan. Secara default, InDesign menampilkan ukuran dalam satuan “picas (p0)”, untuk mengubah ke dalam ukuran lain cukup ketikkan ukuran tersebut lengkap dengan jenis ukurannya (mis : 32 cm), In Design akan otomatis mengubahnya ke dalam satuan p0 kembali (tenang, kamu bisa ubah semua settingan ukuran ini ke dalam cm nanti).



Step 2
Untuk mengubah semua settingan jenis ukuran, cukup klik kanan di ruler atas dan samping kanan halaman kerja, lalu pilih settingan ukuran yang kamu perlukan. Maka semua pengaturan ukuran di InDesign akan berubah sesuai dengan jenis ukuran yang kamu pilih.



Step 3
Sebelum memasukkan tulisan, ada baiknya terlebih dahulu kita atur dulu layout dasar seperti pengaturan Nomor Halaman dan Peletakan Header / Footernya. Klik menu Pages, lalu double klik di menu Master. Master Page adalah lembar default untuk seluruh dokumen yang kamu buat, mudahnya, apapun yang kamu ketikkan/ input (baik tulisan, gambar maupun settingan margin) akan tampil di setiap halaman kerja.


Untuk mengatur margin (pastikan masih di dalam laman Master Page) input ukuran margin yang kamu inginkan. Non Aktifkan (klik) ikon link untuk input ukuran yang berbeda.

NB : bagi kamu yang terbiasa menggunakan MS Word, mungkin penyebutan settingan marginya agak berbeda walau prinsipnya sama. Kalau di MS Word Left dan Right maka di InDesign penyebutannya Inside dan Outside. Pada menu Columns, Number untuk menentukan jumlah baris tulisan yang ingin kamu buat dan Guttter adalah jarak antara baris terebut. Silahkan berimprovisasi saja pada bagian ini sesuai degan kebutuhan. Pada tutorial ini, desainstudio menggunakan 2 columns dengan jarak 1 cm.



Step 4
Untuk membuat Header/Footer cukup tuliskan saja text dengan cara klik Text (T) lalu drag untuk membuat area text nya (di InDesign, kamu harus membuat area text terlebih dahulu dengan cara mendragnya). Jika Header/Footer kamu berupa gambar, kamu dapat memasukkannya dengan cara mengcopy gambar tersebut dari Adobe Illustrator, dsb. atau Ctrl+D untuk mengambil gambar dari file di komputer.



Step 5
Untuk Input Page Number, masukkan text (T) dengan cara men-drag-nya, ketikan 1 huruf (huruf apapun) select huruf tersebut, klik kanan maka akan muncul menu baru, pilih Insert Special Character/Markers/Current Page Number. Maka apapun huruf yang kamu ketikkan tadi akan berubah menjadi huruf “A”. Hal ini disesuaikan dengan judul Master Page (A-Master). Copy Page Number yang telah di set tadi ke halaman sebelahnya (di dalam Master Page terdapat dua halaman Master).




Step 6
Jika samua layout Master sudah di set, berikutnya double klik di lembar 1 (lembar kerja). Di lembar inilah kita akan melakukan input text dan gambar yang kita perlukan untuk dokumen kita.



Step 7
Klik Text (T) lalu drag untuk membuat area teks yang diperlukan, ketik teks kamu (dalam contoh ini Saya menyesuaikan area text dengan layout yang sudah di buat sebelumnya)



Step 8
Untuk mengatur paragraph, buka Window/Type & Tables/Paragraph (Alt+Ctrl+T) dan atur paragraph yang kamu inginkan.


NB : aktifkan “Hyphenate” untuk memunculkan tanda sambung di paragraph yang terputus, atau matikan untuk menghapusnya.


Step 9
Jika tulisan kamu terpotong di ujung column, tanda Overset Text akan muncul. Klik tanda tersebut hingga muncul preview teks kecil di cursor kamu. Arahkan kursor tersebut ke column sebelahnya dan klik, otomatis tulisan yang terpotong akan dilanjutkan.



Step 10
Jika ingin menambah page, klik di menu Create new page. Lanjutkan tulisan kamu di page lanjutan ini. Hey! coba perhatikan, Page Number yang kamu set di Master Page tadi kini muncul secata continue. begitu juga Header/Footer yang telah dibuat.



Step 11
Sebelum file di simpan, perhatikan tanda Preflight Panel di sudut kiri bawah bar Jendela InDesign. Tanda ini akan berwarna merah jika masih ada error di dalam dokumen yang kita buat. Error disebabkan masih adanya link file yang missing di dalam file yang kita input atau adanya area text yang terpotong (overset text).



Step 12
Jika sudah selesai, kamu bisa menyimpan file dokumen kamu dalam format InDesign (.indd) untuk melanjutkan di kemudian hari, atau dalam format .Pdf jika sudah rampung semuanya.

Penyimpanan dalam format .PDF :
File/Adobe PDF presets/High Quality Print.




Pilih destinasi penyimpanan file, klik OK. Akan muncul jendela Export Adobe PDF, klik Export dan tunggu hingga selesai.

NB : Untuk penyimpanan dalam format lain, klik File/Export (Ctrl+E) lalu pilih format yang kamu butuhkan.


Tentang Penulis
Angga — Desainer grafis dan seorang antropolog. Menemukan semangat baru ketika melihat desain grafis dari sisi seorang Antropolog. Mencoba menggabungkan seni grafis ke dalam etnografi, dan mengaplikasikannya dalam dunia nyata.
email : angga.rizal[at]gmail.com | twitter : @anggaishere | all post by Angga


View the Original article

Membuat Penomoran Otomatis di InDesign

|| || ,,,,, || Leave a komentar
Pernah mendapat order desain seperti tiket atau sertifikat dari ratusan peserta?. Dokumennya sama namun datanya yang berbeda. Tentu memasukan 100-an data yang berbeda secara manual ke dalam dokumen yang sama adalah hal yang sangat membosankan! Selalu ada cara yang praktis untuk itu semua. Di Tutorial InDesign kali ini, (seperti janji saya..hoho) kita akan menggunakan file sertifikat pada tutorial yang lalu. Kali ini Desain Studio akan membahas bagaimana membuat penomoran secara otomatis menggunakan InDesign. Lets get start!



Step 1 : Open Document
Buka InDesign, terus Ctrl+N untuk membuka dokumen baru. Pilih jenis ukuran kertas yang sesuai dengan ukuran file kita (dalam contoh kali ini Desain Studio menggunakan ukuran kertas A5 untuk sertifikat).

Catatan : Karena file sudah include dengan Crop Mark, maka otomatis ukuran file kita menjadi lebih besar. Pengaturan ini dapat dilakukan belakangan.


Posisikan dokumen agar center, caranya atur Alignment di bar atas. Pastikan Align berdasarkan Margin/Page.

Secara Default, InDesign mengatur ukuran dalam satuan Picas. Untuk mengubahnya klik kanan di ruler atas, dan pilih ukuran yang sesuai dengan kamu.(terapkan ini juga pada ruler di sebelah kiri) Dalam tutorial ini, DS menggunakan satuan cm.


atau kamu bisa buka di File/Document Setup (Alt+Ctrl+P) Pengaturan Orientasi kertas (Portrait/Landscape) juga bisa dilakukan di jendela ini.



Step 2 : Place the File
Ctrl+D (place) untuk memasukan file yang telah kita siapkan. (dalam tutorial ini, DS menggunakan file sertifikat yang ada pada tutorial yang lalu). Atur ArtBoard agar lebih besar dari dokumen di File/Document Setup (Alt+Ctrl+P).


Sehingga dokumen akan tampak seperti berikut :



Step 3 : Coloborate with MS.Excel and NotePad
Pada tahap ini kita membutuhkan bantuan program lain, yaitu MS. Excel dan Notepad.

Buka MS. Excel dan isi dengan data yang diperlukan, berikut contoh sertifikat dalam tutorial ini :


Select semua data lalu paste kan ke Notepad. Jika Sudah, save file Notepad tersebut. Nama file terserah kamu saja..


Catatan : Walau terlihat seperti tidak teratur, biarkan file seperti itu. Jika di ubah ini akan menggangu urutan data dan bisa menyebabkan file error nantinya.


Step 4 : Input the Data
Buka Window>Automation>Data Merge.


Pada jendela Data Merge, klik tanda panah kecil di sudut kanan atas lalu pilih Select Data Source.


Akan muncul jendela baru, masukan file Notepad (.txt) yang tadi kita buat. You See..Data yang tadi kita buat menggunakan Excel dan di tranformasikan ke Notepad kini masuk ke dalam menu Data Merge.


Masukkan Text (T) dengan cara men-dragnya sehingga muncul kotak tempat kita akan menginput text. Namun biarkan kosong area tersebut.


Dalam keadaan Text yang masih aktif, klik salah satu data yang kita masukkan tadi di dalam Data Merge. Akan muncul di kolom text tadi data kamu yang di apit tanda << >>.

Pada tahap ini, kamu bisa mengubah warna, jenis font dan ukurannya. Pada tutorial ini DS menggunakan Font Bebas dengan warna putih.


Ubah warna disini :


Aktifkan Preview untuk melihat hasilnya.


DS juga menambahkan data lain, kamu juga bisa menambahkannya dengan melakukan cara yang sama seperti sebelumnya. Jika sudah siap, atur text secara manual agar tampak center dengan area text di background gambar.



Step 5 : Data Merge
Klik menu kecil di sudut kanan bawah jendela Data Merge.
Akan muncul Jendela Create Merged Document, lalu Pilih Multiple Records.


Atur Marginnya, (aturan ini sangat tergantung dari besarnya dokumen yang kamu punya. Untuk melihat apakah marginnya sudah pas, kamu bisa centang Preview Multiple Record Layout.


Pastikan Link Image tercentang, Then Prees OK untuk melihat keajaibannya.. :D



Foila!..
Sekarang file kamu sudah siap, untuk dicetak. lengkap dengan Crop Mark dan Bleed (di tutorial sebelumnya).


Cara ini sangat praktis daripada kita menomori secara manual satu persatu, see? coba bayangkan jika kamu dapat order desain tiket konser sebuah band papan atas dengan espektasi ribuan penonton. Memasukkan satu/persatu nomor tiket tersebut tentu bukan pilihan yang cerdas.

Selamat berkarya!!!


Catatan :

Pada saat Step 4 kamu press OK lalu muncul warning berikut :

1) Jika warning seperti gambar dibawah muncul, maka file kamu telah siap tanpa error.


2) Namun jika jendela dibawah ini yang muncul, berati ada teks yang tertutup atau tidak muncul akibat adanya Overset Text.


Hal tersebut terjadi karena teks tersebut tidak terbuka secara penuh.. ditandai dengan kotak merah di text kamu. Untuk memperbaikinya, besarkan saja area teksnya, jadi jika ada teks yang panjang masih dalam batas aman untuk terlihat.


Sekian, semoga bermanfaat! :)


Tentang Penulis
Angga — Desainer grafis dan seorang antropolog. Menemukan semangat baru ketika melihat desain grafis dari sisi seorang Antropolog. Mencoba menggabungkan seni grafis ke dalam etnografi, dan mengaplikasikannya dalam dunia nyata.
email : angga.rizal[at]gmail.com | twitter : @anggaishere | all post by Angga


View the Original article
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Rank