Tampilkan postingan dengan label Sederhana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sederhana. Tampilkan semua postingan

Contoh OOP Sederhana | Java

|| || ,, || Leave a komentar
type='html'>
Ini sekedar mendokumentasikan pembelajaran saya, jika suatu saat lupa bisa mencari referensi lagi dari tulisan saya ini. Saya belajar bahasa program secara otodidak, jadi kalau ada bahasa/istilah-istilah pemprograman yang salah itu mungkin saja ada. Silahkan buat anda yang merasa tulisan ini bermanfaat untuk dipelajari untuk memahami dan mempelajarinya.


Kelas Utamanya:

import java.util.*;
public class kelasUtama {
int angkah1,angkah2;
Scanner input=new Scanner(System.in); // buat scanner agar user bisa memasukan angka.

kelasKedua hitung; /* 1. Jika input dinamis/variabel maka tidak jadi kelasKedua hitung = new kelasKedua(int,int) * 2. dan kelasKedua hitung <== hitung adalah variabel buatan, * 3. tidak akan bisa jika int hitung karena hitung=new kelasKedua(angkah1,angkah2) pada contoh di bawah */

// buat konstruktor
kelasUtama(){
mulai(); // sisipkan/panggil void mulai
}

void mulai(){
System.out.println("Masukan angka1: ");
angkah1=input.nextInt(); // menyimpan inputan pertama pada variabel angkah1 System.out.println("Masukan angka2: ");
angkah2=input.nextInt(); // menyimpan inputan kedua pada variabel angkah2 hitung=new kelasKedua(angkah1,angkah2); // dipakainya di sini karena inputnya dinamis/variabel System.out.println(hitung.jumlahKan()); // mencetak hasilnya dengan memanggil fungsi jumlahKan()

// mencetak dengan memanggil fungsi getHasil()
System.out.println("Memakai perintah getHasil(): "+hitung.getHasil());

// input angka secara konstanta(tetap), contoh di bawah ini dengan angka 6
hitung.setInput(6);

// cetak proses setInput dengan fungsi System.out.println("Memakai perintah setInput(): "+hitung.getInput()); }

public static void main (String [] abc){
new kelasUtama(); // menjalankan kelasUtama
}

}




Kelas Keduanya:

public class kelasKedua{
// mendeklarasikan variabel
int angka1,angkau2; int angset;
/* misalkan kelasKedua(4,4) <== user menginput angka ke-1 4, dan angka kedua juga angka 4. penjelasan di atas untuk ==> kelasKedua(int angka1,int angka2) */

public kelasKedua(int angka1,int angka2){
this.angka1=angka1; // this.angka1=angka1 <== karena nama variabelnya sama maka ditambah this angkau2=angka2; // tak perlu ada this, karena nama variabel kelas beda.
}

/* buat operasi perhitungannya, di sini tidak perlu membuat variabel lagi semisal variabel hasil, seperti hasil=angka1+angka2; <== karena akan minta return, jadi sebenarnya variabel hasil di sini sekarang adalah jumlahKan()... Artinya jumlahKan()=angka1+angka2; BUKAN hasil=angka1+angka2 */

int jumlahKan(){
return angka1+angkau2;
}

/* sebenarnya dengan cara hitung.jumlahKan() yang ada pada kelasUtama sudah ada hasilnya, tapi ini cara lain untuk memprint/menampilkannya, jadi hitung.getHasil()*/

int getHasil(){
return jumlahKan();
}

/* membuat inputan konstanta, misalkan pada kelasUtamanya setInput(6) maka 6++, lalu untuk bisa mencetak hasilnya buat getInput() dengan mereturn variabel angset */

void setInput(int ang1){
angset=ang1; angset++;
}

/* agar bisa mencetak pada kelasUtamanya ==> hitung.getInput(); yang artinya hasilnya=angset; */ int getInput(){
return angset;
}

} // end class


View the Original article

Membuat Layout Sederhana dengan InDesign

|| || ,,,,,, || Leave a komentar
Adobe InDesign adalah salah satu aplikasi dari keluarga Adobe yang mungkin sangat jarang kita gunakan, padahal fitur-fitur dalam InDesign cukup powerfull jika kita gunakan bersama dengan program grafis lainnya. Umumnya InDesign digunakan untuk melayout teks, majalah, koran, buku, poster dan segala bentuk keperluan cetak yang menggunakan lebih banyak text di dalamnya. Untuk kerperluan itulah maka fitur pengaturan/layout lebih di utamakan daripada fitur grafis lainnya.

Di jagat desain grafis, tutorial InDesign masih sangat jarang di jumpai. Mungkin karena penggunanya masih sedikit (dibandingkan Illustrator, Photoshop, etc). Disamping itu fitur-fitur yang memang sangat berbeda dari saudaranya Illustrator, photoshop, dll membuatnya terkesan rumit. Rumit bukan berarti tidak bisa di pelajari bukan?

Pada edisi kali ini Desain Studio ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang InDesign, karena banyaknya fitur yang saling berhubungan untuk keperluan layout.. mungkin desainstudio akan menyicil tahapan tutorial tentang InDesign. Kita mulai dari yang paling awal dan yang paling sederhana, yaitu membuat layout sederhana menggunakan Adobe InDesign.


Step 1
Buka New Document (ctrl+N) di menu File. Pada jendela “New Document” kamu bisa mengatur ukuran kertas/ bidang kerja yang kamu perlukan. Secara default, InDesign menampilkan ukuran dalam satuan “picas (p0)”, untuk mengubah ke dalam ukuran lain cukup ketikkan ukuran tersebut lengkap dengan jenis ukurannya (mis : 32 cm), In Design akan otomatis mengubahnya ke dalam satuan p0 kembali (tenang, kamu bisa ubah semua settingan ukuran ini ke dalam cm nanti).



Step 2
Untuk mengubah semua settingan jenis ukuran, cukup klik kanan di ruler atas dan samping kanan halaman kerja, lalu pilih settingan ukuran yang kamu perlukan. Maka semua pengaturan ukuran di InDesign akan berubah sesuai dengan jenis ukuran yang kamu pilih.



Step 3
Sebelum memasukkan tulisan, ada baiknya terlebih dahulu kita atur dulu layout dasar seperti pengaturan Nomor Halaman dan Peletakan Header / Footernya. Klik menu Pages, lalu double klik di menu Master. Master Page adalah lembar default untuk seluruh dokumen yang kamu buat, mudahnya, apapun yang kamu ketikkan/ input (baik tulisan, gambar maupun settingan margin) akan tampil di setiap halaman kerja.


Untuk mengatur margin (pastikan masih di dalam laman Master Page) input ukuran margin yang kamu inginkan. Non Aktifkan (klik) ikon link untuk input ukuran yang berbeda.

NB : bagi kamu yang terbiasa menggunakan MS Word, mungkin penyebutan settingan marginya agak berbeda walau prinsipnya sama. Kalau di MS Word Left dan Right maka di InDesign penyebutannya Inside dan Outside. Pada menu Columns, Number untuk menentukan jumlah baris tulisan yang ingin kamu buat dan Guttter adalah jarak antara baris terebut. Silahkan berimprovisasi saja pada bagian ini sesuai degan kebutuhan. Pada tutorial ini, desainstudio menggunakan 2 columns dengan jarak 1 cm.



Step 4
Untuk membuat Header/Footer cukup tuliskan saja text dengan cara klik Text (T) lalu drag untuk membuat area text nya (di InDesign, kamu harus membuat area text terlebih dahulu dengan cara mendragnya). Jika Header/Footer kamu berupa gambar, kamu dapat memasukkannya dengan cara mengcopy gambar tersebut dari Adobe Illustrator, dsb. atau Ctrl+D untuk mengambil gambar dari file di komputer.



Step 5
Untuk Input Page Number, masukkan text (T) dengan cara men-drag-nya, ketikan 1 huruf (huruf apapun) select huruf tersebut, klik kanan maka akan muncul menu baru, pilih Insert Special Character/Markers/Current Page Number. Maka apapun huruf yang kamu ketikkan tadi akan berubah menjadi huruf “A”. Hal ini disesuaikan dengan judul Master Page (A-Master). Copy Page Number yang telah di set tadi ke halaman sebelahnya (di dalam Master Page terdapat dua halaman Master).




Step 6
Jika samua layout Master sudah di set, berikutnya double klik di lembar 1 (lembar kerja). Di lembar inilah kita akan melakukan input text dan gambar yang kita perlukan untuk dokumen kita.



Step 7
Klik Text (T) lalu drag untuk membuat area teks yang diperlukan, ketik teks kamu (dalam contoh ini Saya menyesuaikan area text dengan layout yang sudah di buat sebelumnya)



Step 8
Untuk mengatur paragraph, buka Window/Type & Tables/Paragraph (Alt+Ctrl+T) dan atur paragraph yang kamu inginkan.


NB : aktifkan “Hyphenate” untuk memunculkan tanda sambung di paragraph yang terputus, atau matikan untuk menghapusnya.


Step 9
Jika tulisan kamu terpotong di ujung column, tanda Overset Text akan muncul. Klik tanda tersebut hingga muncul preview teks kecil di cursor kamu. Arahkan kursor tersebut ke column sebelahnya dan klik, otomatis tulisan yang terpotong akan dilanjutkan.



Step 10
Jika ingin menambah page, klik di menu Create new page. Lanjutkan tulisan kamu di page lanjutan ini. Hey! coba perhatikan, Page Number yang kamu set di Master Page tadi kini muncul secata continue. begitu juga Header/Footer yang telah dibuat.



Step 11
Sebelum file di simpan, perhatikan tanda Preflight Panel di sudut kiri bawah bar Jendela InDesign. Tanda ini akan berwarna merah jika masih ada error di dalam dokumen yang kita buat. Error disebabkan masih adanya link file yang missing di dalam file yang kita input atau adanya area text yang terpotong (overset text).



Step 12
Jika sudah selesai, kamu bisa menyimpan file dokumen kamu dalam format InDesign (.indd) untuk melanjutkan di kemudian hari, atau dalam format .Pdf jika sudah rampung semuanya.

Penyimpanan dalam format .PDF :
File/Adobe PDF presets/High Quality Print.




Pilih destinasi penyimpanan file, klik OK. Akan muncul jendela Export Adobe PDF, klik Export dan tunggu hingga selesai.

NB : Untuk penyimpanan dalam format lain, klik File/Export (Ctrl+E) lalu pilih format yang kamu butuhkan.


Tentang Penulis
Angga — Desainer grafis dan seorang antropolog. Menemukan semangat baru ketika melihat desain grafis dari sisi seorang Antropolog. Mencoba menggabungkan seni grafis ke dalam etnografi, dan mengaplikasikannya dalam dunia nyata.
email : angga.rizal[at]gmail.com | twitter : @anggaishere | all post by Angga


View the Original article

Aplikasi Hotel Sederhana dengan VB.Net

|| || ,,,,, || Leave a komentar
type='html'>
sebelumnyaYang ini masih sama dengan aplikasi sebelumnya. masih berbasis VB.Net. Aplikasi ini adalah Prototype aplikasi CheckIn CheckOut Hotel. Karena sangat sederhana. aplikasi ini belum menggunakan database. jika ingin dikembangkan menggunakan database silahkan saja. langsung aja ke SceenShootnya ya,...
untuk programnya silahkan download disini software buildingnya masih sama seperti pada artikel sebelumnya.


View the Original article
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Rank